Selasa, 15 Februari 2011

Kabupetan Merauke


Merauke adalah kota yang paling selatan di Indonesia, yang berbatasan langsung dengan Papua Nugini. Disebabkan oleh jaraknya yang dekat dengan Australia, sehingga terdapat kesamaan karakteristik alam dataran kering. Di sekitar Merauke terdapat savana, pohon kayu putih dan kangguru mengingatkan kita kepada Benua Australia.

Pohon Sagu, yang merupakan sumber kebutuhan pokok, tumbuh disekitar sungai dan rawa. Merauke sendiri sangat berdebu dan panas. Turis seringkali pergi ke Merauke untuk pergi ke Asmat dengan kapal dan pesawat atau melakukan perjalanan ke kali Bian dan kali Maro.

Pada level air tertentu (air pasang), kali maro akan terhubung dengan Tanah Merah, dimana Belanda mengasingkan Soekarno sebagi tahanan politik. Daerah-daerahnya berada diwilayah rendah, dan berliku-liku dan banyak sungai dan perbukitan disebelah utara yaitu pegungan jayawijaya. Pada Wilayah-wilayah pesisir pantai terdapat pohon bakau dengan pantai yang berlumpur. Merauke merupakan ibukota dari kabupaten merauke.


Jumlah penduduk merauke terdiri dari 17 suku setempat dengan perbedaan bahasa dan kebudayaan. Suku-sukunya antara lain: Marind, Moraori, Kanum, Yei, Kimaam, Muyu, Mandobo, Jair, Kuruwai, Kombai, Citak, Mitak. Yaghai, Awyu, Asmat, Wiyagar and Yelmek. yang dari ke17 suku yang terdapat dikabupaten merauke ini marindlah yang merupakan suku asli yang memiliki kota merauke. Disamping itu banyak suku dari daerah lain.


Sejarah

Dari sejarah, diketahui merauke ditemukan pada tanggal 12 Februari 1902. Orang yang pertama menetap di sana adalah pegawai pemerintah belanda. Mereka mencoba untuk hidup diantara dua suku asli yaitu Marind Anim dan Sohoers. Mereka berjuan keras melawan keganasan alam (termasuk pemburu kepala). Lama kelamaan tempat tersebut mengalami pertumbuhan yang sangat cepat sehingga menjadi sebuah "kota". Jauh di eropa, para wanita suka memakai hiasan bulu dari burung dari khayangan "Cendrawasih" di topi mereka. Dari Merauke orang Indonesia, Eropa dan Cina, mulai untuk "menyerbu" hutan di selatan nugini untuk memburu burung sebanyak mungkin.

Ketika pemerintah Belanda melarang perburuan, mereka semua semua kembali ke Merauke untuk menghabiskan uang yang mereka dapatkan. Hal ini yang menyebabkan mengapa di kemudian hari populasi penduduk di Merauke tidak banyak, ini dikarenakan Merauke adalah kota untuk para pendatang (orang asing). Namun sekarang, banyak penduduk asli Papua yang mulai menetap di Merauke.
Asal mula nama "Merauke" sebenarnya berasal dari sebuah salah paham yang dilakukan oleh para pendatang pertama. Ketika para pendatang menanyakan kepada penduduk asli apa nama sebuah perkampungan , mereka menjawab " Maro-ke" yang sebenarnya berarti "itu sungai Maro". Orang Marind berpikir bahwa sungai maro(yang lebarnya 500m) lebih penting dari nama area tempat sebuah hutan yaitu Gandin terletak. Penduduk asli papua sendiri menyebut area tempat kampung tersebut terletak dengan mana " Ermasoek".


Wisata

Taman Nasional Wasur merupakan taman nasional yang terdapat di kota merauke. karena keindahannya menyebabkan banyaknya turis yang berkunjung di kota merauke. Taman yang terletak sekitar 13 km diluar kota Merauke ini memiliki luas area 412.387 ha. Taman ini memiliki berbagai jenis flora dan fauna yang sebagian diantaranya tidak ditemukan di tempat lain di dunia. Diantaranya terdapat 74 jenis burung dari 390 spesies di taman ini.beberapa spersies hewan yang ada didalamnya antara lain: Burung cendrawasi yang karena keindahan dan kecantikan bulunya terkenal sampai diseluruh indonesia bahkan sampai didunia. selaian itu juga terdapat didalamnya kanguru yang juga merupakan hewan khas Australia,ada juga Rusa yang juga merupakan hewan simbol dari kota merauke, buaya yang banyak sekali diternak oleh masyarakat merauke karena kulitnya dapat menghasilkan berbagai jenis aksesoris seperti dompet,tas,sepatu. ikan arwana,ular hijau dan masih banyak lagi. selain flora fauna yang terdapat didalamnya adalah anggrek hitam,pohon kayu putih,bunga suflir dll. Semua flora dan fauna di dalam taman nasional ini dilindungi oleh WWF,Yayasan Wasur Lestari dan departemen kehutanan.

Dikota Merauke Terdapat Beberapa Tempat-tempat wisata bahari. Diantaranya adalah Pantai buti dan pantai Nasem. Pantai Buti adalah pantai yang terletak tidak jauh dari batas kota merauke. pantai ini yang karena letaknya pada bagian timur kota merauke sehingga sangat indah jika melihat terbenamnya mentari jika hari mulai petang dan juga dapat dibuat sebagai tempat rekreasi yang sangat menyenangkan. selain itu juga para nelayan dapat mencari nafkahnya dengan mencari ikan pada pantai ini dikarenakan kota merauke juga kaya akan hasil lautnya. Sedangkan pantai Nasem adalah yang terletak agak jauh dari kota merauke,tetapi karena keindahan dan kesejukan pantai ini membuat pantai ini banyak dikunjungi oleh masyarakat yang tinggal diluar maupun dari dalam kota merauke sendiri.


Sumber :
http://students.ukdw.ac.id/~22012777/File/bahari.html 

Sumber Gambar:
http://bps.papua.go.id/merauke/
http://singahan-tut-ar.blogspot.com/2010/07/merauke.html

1 komentar:

  1. Mantap������ sya anak merauke lahir dan besar di merauke. Tp pengetahuan sy tentang kota kelahiran sypun msh kurang. Dgn blog ini sgat membantu lah hehe makasih. Update trs y

    BalasHapus